Dalam sebuah acara yang digagas untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat, Desmon menjelaskan bahwa seringnya interaksi langsung merupakan kunci untuk membangun pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan dan permasalahan yang ada di PPU.
“Acara ini digagas dalam rangka bahwa kita ada di tengah-tengah organisasi yang kita pengen mendapatkan masukkan sebaik mungkin, sehingga PPU kedepan bisa lebih baik karena terjadi komunikasi yang baik,” kata Desmon, Jumat (22/11/2024).
Desmon juga menyoroti dua isu utama yang menjadi fokus perhatian masyarakat PPU. Pertama adalah masalah tenaga kerja yang masih menjadi kendala utama di daerah Benuo Taka. Kedua, ia menyebutkan adanya trauma masyarakat terhadap pemimpin yang tidak amanah, yang menjadi penghalang utama dalam mewujudkan kepercayaan publik.
“Poinnya saya melihat sesuai data juga bahwa kebutuhan tenaga kerja menjadi problem utama di PPU. Kedua, trauma masyarakat tentang pemimpin yang tidak amanah. Dan hari ini kami membuktikan bahwa ini adalah start bagaimana kita membuktikan kita ada ditengah-tengah masyarakat,” tegasnya.
Terkait dengan langkah strategis dalam menjalankan kepemimpinan yang amanah, Desmon menegaskan bahwa amanah itu bukan hanya soal memenuhi janji, tetapi bagaimana program-program yang dijalankan bisa benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Amanah itu kaitan dengan prioritas masyarakat. Maka program kita paling utama bagaimana mengcover masyarakat-masyarakat tadi sebaik apapun membangun apa, kalau tidak berkaitan yang menyentuh masyarakat pasti didefinisikan tidak Amanah. Sehingga itu yang harus kita lakukan, karena APBD itu sentuhan dengan masyarakat,” terangnya.
Dengan tekad untuk menjadikan PPU lebih baik melalui kepemimpinan yang transparan dan berfokus pada kebutuhan rakyat, Desmon juga berkomitmen untuk selalu mendengarkan suara masyarakat dan memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan harapan dan kebutuhan mereka.
Editor: Erwin