Menurutnya, seumpama peristiwa 52 tahun itu tidak seperti yang terjadi mungkin paham negara Indonesia menjadi negara komunis.“Jika G30S/PKI sukses, maka kita tidak tahu apa jadinya sekarang. Komunis di Eropa, yaitu kaum borjuis atau pemilik modal dilindungi oleh agama, sementara proletar atau kaum buruh merupakan kaum tertindas. Paham Komunis adalah sebuah ideologi, digagas oleh Karl Marx, yang menyatakan bahwa agama adalah racun, sehingga komunisme intinya adalah gerakan anti Tuhan atau Atheis,” ucapnya.
Dikatakan dia PKI sesuai aturan sudah dilarang. Kendati demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa pemikiran-pemikiran Marxisme masih berkembang dengan didukung oleh para Marxian-marxian dan eksterm kiri.
“Partainya tidak mungkin bangkit, tapi pemikiran-pemikiran komunis dan Karl Marx masih bisa berkembang. Di media sosial ada simbol palu arit, menandakan bahwa pengusung komunis masih ada. Kemudian di Indonesia masih ada partai kiri yang berorientasi ke sosialisme, seperti dulu ada salah satu, namun sudah bubar,” ujarnya.
Dijelaskan dia sudah menjadi skenario Allah SWT jika Mayjen Soeharto tidak diperhitungkan untuk dibunuh. Sehingga, dapat mengambi alih kepemimpinan TNi AD dan menumpas serta membatalkan rencana G30S/PKI.
“Soeharto mengambil alih kepemimpinan Angkatan Darat dari Jenderal Ahmad Yani, karena tidak ada lagi yang lain. Saya berharap kita waspada dan hati-hati, karena salah satu cara komunis adalah propaganda dan memutarbalikkan fakta,” paparnya.
Untuk diketahui, pada 30 September 2017 malam, ribuan warga memadati arena Promosi dan Budaya Putri Petong dalam rangka nonton bareng (nobar) pemutaran film G30S/PKI yang digelar Kodim 0904 Tanah Grogot. Nobar film G 30S/ PKI yang dimulai pukul 20.00 Wita, tidak saja dipadati kalangan dewasa, namun juga nampak didominasi dari kalangan peserta didik. Bahkan, Di tengah-tengah ribuan penobar tersebut, juga hadir Sekda Paser AS Fathur Rahman bersama Dandim 0904 Letkol ARH Ardian Patria Chandra. (*/sur)