Direktur Perumda Air Minum Danum Taka, Abdul Rasyid mengatakan tidak adanya curah hujan berapa pekan terkahir mengakibatkan debit air baku di sejumlah WTP mengalami penurunan.
Hal tersebut pun memiliki potensi terganggunya distribusi air bersih ke rumah masyarakat. “Yang berpotensi terganggu adalah Babulu, Maridan, dan Sotek,” ungkapnya, Senin (30/9).
Salah satunya yang sudah sangat kekurangan air baku yakni WTP berkapasitas 10 liter per detik di Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku. WTP tersebut tinggal memiliki pasokan air baku yang sangat tipis dan berpotensi untuk dihentikan pengoperasiannya.
“Di Maridan dari kedalaman 2,5 meter sekarang tinggal 35 cm. Sudah diperintahkan staf untuk mengkaji kalau sekiranya membahayakan pengoperasian pabrik, ya dimatikan dan diumumkan ke pelanggan,” akunya.
Sementara WTP Lawe-lawe masih cukup aman meski debit air baku di Sungai Lawe-lawe sudah mengalami penurunan dari ketinggian normal.
“Debit air sudah turun hampir 25 persen. Kalau bicara kedalaman rata-rata sekitar 4 meter sekarang sekitar 3 hingga 2,5 meter, tentunya semakin ke hulu semakin rendah,” jelasnya.
Untum WTP Sepaku juga tidak alami permasalahan lantaran mendapatkan suplai air baku dari Bendungan Sepaku – Semoi.
“Sepaku memang sempat bermasalah karena ada pekerjaan perluasan bendungan, tapi sudah di komunikasi dan membuka kran sumber air baku,” tegasnya.
Rasyid menambahkan yang paling aman pasokan air bakunya yakni WTP Waru. Pengelolaan air baku di daerah tersebut disuplai dari dua sumber yakni embung dan bendungan Waru.
“Yang aman itu WTP Waru, disana tidak mengalami perubahan apapun. Ada dua sumber air bakunya,” tutupnya. (*/kk)
Editor: Supiansyah