Kunjungannya ini merupakan tindaklanjut pasca Pantai Nipah-nipah berhasil masuk dalam 50 Desa Wisata Terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.
Untuk masuk 50 besar tidak mudah karena harus bersaing dengan peserta yang diikuti oleh 6.010 desa wisata yang berasal dari seluruh Indonesia.
Dari 6.010 Desa Wisata, ditetapkan peringkat 500 besar, 300, 100 besar dan 50 besar.
Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga Uno menjelaskan kedatangannya untuk melihat secara langsung desa wisata terbaik ADWI 2024.
Tempat wisata yang masuk nominasi pun dipastikan akan mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat.
“Karena sudah masuk dalam ke dalam program ADWI 2024 akan dialokasikan anggaran. Nanti akan dilihat mana yang diputuskan berdasarkan hasil dari penjurian melalui bantuan evaluasi, kita akan terus gelontorkan,” kata Sandi kepada Korankaltim.co. disela kunjungan.
Tak hanya dari Menparekraf, seluruh kementerian maupun lembaga diinginkan untuk berkolaborasi guna membangun pariwisata khususnya di Benuo Taka selaku daerah asal Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Bukan hanya dari kami pihak-pihak lembaga lain termasuk Kementerian PUPR karena ada abrasi sehingga perlu intervensi dari pemerintah lintas kementerian dan lembaga,” jelas Sandi lagi.
Sandiaga mengaku hadirnya IKN di Kalimantan Timur membutuhkan fasilitas yang berkualitas terutama berkaitan dengan pariwisata berkelanjutan yang mengangkat aspek alam, kelestarian lingkungan dan budaya. Terlebih, IKN akan mampu untuk mendatangkan wisatawan berkualitas dalam jumlah banyak.
Destinasi yang dinilai telah dipersiapkan yakni Desa Wisata Mentawir, Desa Budaya Pampang, Kebun Raya, Bukit Bengkirai dan Pantai Tanah Merah.
“Memang baru lima tapi kami titip untuk disiapkan sekitar tujuh supaya setiap kunjungan bisa ditawarkan destinasi yang beragam,” tutupnya.
Dalam kunjungannya ini, selain melihat secara langsung wisata Pantai Nipah-nipah juga menyempatkan melihat dan membeli hasil produk UMKM lokal, melakukan penanaman pohon mangrove hingga memainkan sejumlah permainan di pantai tersebut.
Editor: Aspian Nur