Kepala Disdukcapil PPU Waluyo menjelaskan, aktivitas pelayanan kepada masyarakat yang datang mengurus administrasi kependudukan sebelumnya berjalan dengan normal.
Padamnya listrik akibat pemeliharaan jaringan oleh PLN sekitar Pukul 11.00 WITA itu membuat seluruh pelayanan terhenti secara menyeluruh. “Kebetulan juga tadi warga sudah banyak diproses kepengurusannya sebelum listrik padam,” kata Waluyo kepada Korankaltim.com.
Petugas Disdukcapil PPU tidak dapat melanjutkan pelayanan kepada masyarakat lantaran tidak memiliki akses jaringan internet. Bahkan seluruh alat elektronik untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang datang turut mati total.
Genset yang mereka miliki sebelumnya sebagai cadangan apabila terjadi pemadaman listrik kini telah mengalami kerusakan. “Memang tidak punya itu (genset) karena dulu sempat ada tapi malah rusak,” akunya.
Terlebih apabila menggunakan genset untuk menghidupkan seluruh alat elektronik yang mereka miliki dikhawatirkan dapat merusak peralatan karena listrik tidak stabil. “Dulu berfungsi, berhubung gasnya naik turun disitu malah merusak alat dan server kami,” ungkap Waluyo.
Sebelum pemadaman berlangsung, PLN ULP Petung telah mengeluarkan pemberitahuan kepada masyarakat akan melakukan memelihara jaringan 20 Kv untuk wilayah Kelurahan Nenang, Pasar Induk Penajam, Samsat, Kelurahan Penajam, Kelurahan Gunung Seteleng, Pelabuhan Ferry, Pertamina PHKT, PT Astra Port Eastkal PT Masa.
Pemadaman dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WITA hingga 14.00 WITA dengan tujuan untuk meningkatkan keandalan suplai listrik kepada pelanggan.
Editor : Aspian Nur