Peristiwa ini mengakibatkan 15 bangunan terdiri dari 12 kios dan tiga ruko ludes di lalap si jago merah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Kuncoro mengatakan bahwa kebakaran di Kelurahan Petung terjadi sekitar pukul 22:45 Wita dan berhasil ditangani petugas pada pukul 00:30 Wita.
Pasca-kebakaran pun langsung melakukan indentifikasi terhadap bangunan dan korban kebakaran.
Bangunan terbakar terdiri dari pangkas rambut, kelontong, sembako, pecah bela, kosmetik, penjahit, bengkel, nasi goreng, santan parut, toko helm, warung makan dan lain-lainnya.
“Kami sudah melakukan indentifikasi korban kebakaran, ada 13 pelaku usaha terdampak,” ungkapnya, Rabu (31/7/2024).
Lanjutnya, para korban tidak harus diungsikan lantaran mereka memiliki tempat tinggal.
“In kan mereka nyewa untuk berjualan. Memang ada beberapa yang tinggal tapi punya rumah, di sini hanya berjualan,” terangnya.
Kuncoro tegaskan sebagai bentuk perhatian kepada korban yang telah kehilangan mata pencarian, pemerintah bakal memberikan bantuan berupa sembako.
“Hari ini ada pembagian sembako oleh dinas sosial sesuai arahan pimpinan,” jelasnya.
Diketahui, lokasi kejadian ini tepat berada di samping Pasar Petung yang sebelumnya mengakibatkan 12 ruko terbakar pada Sabtu (16/3) lalu.
Editor: Supiansyah