Lima ruangan terdiri dari tiga ruang kelas, kepala sekolah dan guru di sekolah tersebut sebelumnya hangus dalam musibah kebakaran sebelum lama ini. Kepala Disdikpora PPU, Alimuddin menjelaskan, awalnya mereka berkeinginan memanfaatkan anggaran BTT untuk melakukan pembangunan ruangan yang sebelumnya terbakar di SD Negeri 022 Penajam.
Namun, dalam perjalanannya keiginan tersebut tanpaknya tidak dapat terealisasi karena tak memenuhi ketentuan. "Tidak bisa pakai BTT karena itu sudah melebihi batas waktu dan rekomendasi ketika rapat dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan BKAD (Badan Keuangan dan Aset Daerah) PPU kesimpulannya itu bukan yang sifatnya darurat, tapi diperlukan segera," ungkapnya, Jumat (16/2/2024).
Lantaran tidak bisa menggunakan BTT, maka diputuskan untuk dilakukan pergeseran anggaran yang tersedia di Disdikpora PPU. Jajaran di istansinya pun telah menyusun atau menetapkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) terhadap pembangunan tiga ruang kelas, kepala sekolah dan guru.
"Saat ini kami sudah dalam penetapan RAB yang nanti akan dilakukan pergeseran anggaran untuk kebutuhan itu," akunya.
Lantaran terdapat pergeseran anggaran maka dipastikan terdapat sejumlah program yang sebelumnya mereka susun harus tunda dan dialihkan alokasi dananya. "Mau tidak mau ada kegiatan lain yang dikalahkan karena itu prioritas,” jelasnya.
Editor: Maruly Z