Sepasang suami-istri dan ketiga anaknya dibunuh secara sadis oleh tetangganya sendiri yang masih berstatus sebagai pelajar.
Kapolres PPU, AKBP Supriyanto menjelaskan, pasca mendapatkan laporan adanya kasus pembunuhan sekitar pukul 01.00 WITA, jajarannya langsung mendatangi lokasi kejadian.
Berselang satu jam, Satreskrim Polres PPU tiba di lokasi dan langsung melakukan proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Jadi ada laporan masyarakat terkait adanya kasus pembunuhan, begitu dicek di TKP ternyata benar ada pembunuhan dengan korbannya lima orang, satu keluarga, bapak, ibu dan tiga orang anak,” ungkapnya kepada awak media.
Di lokasi pembunuhan sadis ini, sejumlah saksi pun langsung diperiksa oleh jajaran Kepolisian. Setelah berlangsung sekitar 2 jam lebih, akhirnya J (17) yang sebelumnya menjadi saksi diduga sebagai pelaku pembunuh satu keluarga ini.
“Dari hasil penyelidikan kami yang awalnya dia memberikan keterangan sebagai saksi, dari hasil keterangan tersebut ada indikasi dia tidak memberikan keterangan sebenarnya. Kemudian kita lidik ternyata dialah pelakunya,” jelasnya.
Supriyanto mengaku setelah melakukan membunuh seluruh korbannya. Pelaku yang masih berstatus sebagai pelajar ini diduga sempat menyetubuhi mayat berinisial RJS (17) "Untuk sementara yang diakui oleh korban satu orang anak pertama,” bebernya.
Bahkan berdasarkan keterangan kakak terduga pelaku, mayat yang disetubuhi adiknya ini dinilai pernah terlibat hubungan asmara. “Dari keterangan kakaknya dulu pernah pacaran,” terangnya.
Berdasarkan informasi, korban pembunuhan ini berinisial W (35) selaku suami, SW (34) selaku istri, dan ketiga anaknya yakni RSJ (15), VDS (11), dan JAA (3).
Editor: Maruly Z