Sejumlah masyarakat dinilai kerap mengeluhkan kinerja para pelayan publik di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas di wilayah setempat. “Saya ada menerima pengaduan masyarakat, lebih dari dua orang sehingga perlu saya buktikan,” ungkapnya, Minggu (4/2/2024).
Keluhan terhadap pelayanan tersebut dinilai benar adanya. Bahkan dirinya telah melakukan inspeksi mendadak atau sidak di salah UPT Puskesmas Kecamatan Penajam belum lama ini. Hasilnya membuat dia kecewa lantaran mendapatkan hal-hal yang menurutnya tidak harus terjadi, salah satunya terkait kedisiplinan para pegawai.
“Saya ke sana sampai sekitar jam 07.50 kan masuk kantor 07.30 WITA. Sampai sana saya masuk memang belum ada pelayanan. Padahal masyarakat 07.30 sudah di sana,” akunya.
Menurutnya, berdasarkan data jumlah pegawai di UPT Puskesmas tersebut mencapai 52 orang, namun saat itu yang hadir tidak mencapai 50 persen. “Begitu juga saya cek, kepala puskesmasnya tidak ada. Dari 52 hanya 21 pegawai yang baru hadir, itu posisi kurang lebih jam 08:00 pagi,” jelasnya.
Makmur pun berkeinginan untuk melaksanakan proses penyegaran atau rotasi terhadap pimpinan UPT Puskesmas di PPU lantaran menginginkan adanya perubahan.
“Akan kita lakukan penyegaran karena mereka tak disiplin, jadi kalau tidak begitu tidak ada rasa bersaing untuk berinovasi. Ini tidak bisa begini terus, harus ada perubahan,” tegasnya.
Meski demikian dirinya belum memberikan informasi konkret terhadap waktu rotasi mengingat pelaksanaannya memerlukan waktu. ‘Waktunya belum, tapi itu menjadi salah satu masukan untuk saya. Saya tidak akan lelah untuk membuat perubahan di sini. Ayolah berubah, mau sampai kapan,” tuturnya. (*/kk)
Editor: Maruly Z