Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Budi Santoso menerangkan, bahwa setelah mendapatkan informasi kebakaran di SDN 022 Sepan sekitar Pukul 16.13 WITA, jajarannya langsung bergegas ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya.
Setiba di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pemadaman, api pun dapat dikendalikan setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Sotek dan Sepan dikerahkan. “Pemadaman dilakukan bersama dengan tim DPKP (Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan) PPU, pemadaman dan pendinginan selesai dilakukan sekitar jam 17.44 Wita,” ungkapnya.
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, kepulan asap berasal dari salah ruang kelas kemudian api merembet dan semakin membesar hingga ke ruangan lainnya. “Indikasi api muncul dari atas plafon kelas IV, tetapi belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya kebakaran,” akunya.
Lantaran kobaran api semakin membesar sehingga sejumlah barang-barang penting yang berada di ruangan tidak dapat diselamatkan.
Akibat insiden ini, lemari, meja, bangku siswa dan guru, proyektor, amplifier, alat peraga di kelas IV, V dan VI ludes terbakar. Bahkan uang perpisahan murid kelas VI sebesar Rp1,7 juta tak terselamatkan.
Selain itu, kursi, kipas angin, dokumen akreditasi, kurikulum, jadwal supervisi juga terbakar. Begitu pula dengan dokumen , ATK, uang Rp1,5 juta, scanner, komputer, printer, televisi di ruang guru. “Untuk total kerugian kurang lebih mencapai Rp800 juta,” tutupnya.
Editor: Maruly Z