Makmur Marbun menjelaskan seluruh pegawai dilingkungan pemerintah daerah harus bekerja dengan maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut dinilai sesuai dengan arahannya dalam melaksanakan perubahan di PPU. “Memang butuh perubahan, butuh pegawai yang sedia 24 jam. Lurah camat itu 24 jam tidak ada hari libur,” tegas Makmur.
Para pejabat pun diminta untuk langsung bekerja khususnya dalam menyikapi sejumlah persoalan yang kini dihadapi masyarakat. Pejabat yang ada pun harus terjun langsung dalam mengatasi permasalahan secara inisiatif tanpa harus diperintahkan atau ditangani langsung oleh pimpinan.
“Dalam fakta integritas satu diantara tugasnya membantu, tidak perlu bupati turun tangan sampai ke kelurahan ke bawah, cukup lurah dan camat sudah selesai, kecuali yang tidak selesai baru disampaikan,” ucap Makmur lagi.
Ada 109 pegawai yang dimutasi hari ini, mulai dari jabatan sekretaris, camat, kepala bagian hingga kepala seksi/sub di sejumlah instansi pemerintahan. Untuk pejabat di tingkat eselon II atau setingkat kepala dinas dipastikan juga akan dilakukan. Seluruh administrasi atau dokumen yang diperlukan untuk melaksanakan hal tersebut dipastikan telah berproses. “Secara administrasi dan prosedur sudah dijalankan semua, waktunya nanti kita lihat,” paparnya.
Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik yang hadir pada kegiatan tersebut mengajak pejabat yang baru dilantik untuk diingat sumpahnya. “Jangan setelah dilantik lupa sumpahnya. Apa sumpahnya, menjaga integritas, bekerja secara maksimal, kemudian mengikuti seluruh peraturan perundangan yang berlaku,” ucap Akmal.
PPU dinilai memiliki banyak keberkahan yang diterima salah satunya yakni dengan ditetapkannya Ibu Kota Nusantara. “Saya mengimbau pejabat, ASN yang ada di PPU mari syukuri tidak hentinya berkah yang didapatkan menjadi IKN, infrastruktur baik, tinggal SDM-nya yang harus diperbaiki,” ucap Akmal.
Editor: Aspian Nur