“Saya memberikan apresiasi nobar di MAN IC Kabupaten Paser, apa lagi film ini cukup lama tidak ditayangkan, tepatnya sejak 1998 lalu. Itulah, mengapa saya terpanggil datang ke MAN IC Paser,” ungkapnya.
Dirinya sekaligus ingin memaparkan juga tentang wawasan kebangsaan. Pasalnya, MAN IC adalah sekolah yang mempersiapkan para calon-calon pemimpin masa depan bangsa Indonesia.
“Dengan pemahaman wawasan kebangsaan yang cukup, tentunya keutuhan NKRI akan semakin terjaga,” ucapnya.
Letkol Arh Ardian Patria Chandra menguraikan secara singkat tentang sejarah pengkhinatan PKI terhadap bangsa. Dimulai pada zaman kolonial Belanda hingga zaman kemerdekaan pada 1948 di Madiun dan 1965 di Jakarta, Ia mengingatkan akan bahaya laten PKI.
Dandim berpesan kepada masyarakat agar selalu waspada. Apalagi, disinyalir belakangan ini banyak muncul individu dan organisasi bergentayangan di Indonesia, yang ingin mengkhianati Pancasila sebagai ideologi dan dasar NKRI.
“Mereka membangun opini melalui media sosial, bahwa PKI itu korban, bukan pengkhianat bahkan pahlawan bangsa. Oleh karena itu, sekali lagi kita harus tetap, dan selalu mewaspadai bangkitnya kembali PKI di NKRI yang kita cintai ini,” imbuhnya.
Kepala MAN IC Kabupaten Paser Khoirul Anam menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Dandim 0904 Tanah Grogot yang memenuhi undangan MAN IC.
“Meskipun pada saat yang bersamaan juga ada nobar di lapangan prajurit Tanah Grogot, namun Pak Dandim masih meluangkan waktunya untuk datang ke MAN IC Kabupaten Paser,” katanya.
Film G30S/PKI tersebut, lanjut ia, harus diambil hikmah dan dijadikan sebagai pelajaran hidup yang sangat berharga. Bahwa, Pancasila sebagai dasar negara Indonesia pernah dirongrong oleh pihak berpaham ekstrem, baik ekstem kiri maupun ekstrem kanan.
Seusai pemutaran film G30S/PKI, Dandim 0904 Tanah Grogot memberikan sejumlah doorprize kepada para penonton di MAN IC Kabupaten Paser yang berhasil memberikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan oleh para guru. Yakni, empat ikat pinggang dan dua tas cantik. (sur)