Penemuan tersebut dibenarkan oleh Danramil 0913-01/Penajam, Kapten Inf Marthinus Aluy. Menurutnya penemuan satu buah bahan peledak jenis torpedo yang diduga peninggalan perang dunia kedua pertama kali ditemukan oleh warga Kelurahan Gunung Seteleng.
“Torpedo itu ditemukan pertama kali pada 22 September 2023 lalu setelah dari mengecek jerat babi hutan di lokasi tersebut,” ungkapnya, Rabu (3/1/2023).
Keesokan harinya, warga tersebut kembali melihat benda itu dan setelah tiba di lokasi melakukan pengambilan dokumentasi. Bahkan warga tersebut sempat melakukan penggalian dan meletakan/disandarkan torpedo di pohon.
Setelah menerima informasi Danramil 0913-01/Penajam langsung mengambil langkah-langkah dengan menghubungi warga yang menemukan bahan peledak jenis torpedo, Yaman. Selanjutnya, menanyakan penemuan benda tersebut dan merencanakan untuk bersama-sama melihat barang temuan tersebut.
Setelah melaporkan penemuan warga, Dandim 0913/PPU Letkol Inf Arfan Affandi memerintahkan Danramil 0913 01/Penajam untuk mengecek langsung di lokasi. Setelah di cek, benda tersebut benar merupakan torpedo dalam keadaan utuh, dengan panjang sekitar 90 centimeter dan berdiameter 80 centimeter.
“Torpedo itu diduga peninggalan perang dunia dua atas penemuan masyarakat yang melaporkan ke kami,” jelasnya
Menurutnya, lokasi Kecamatan Penajam dan sekitarnya merupakan daerah pertahanan saat terjadi peperangan. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya bukti sejarah di mana terdapat benda – benda seperti meriam di Kelurahan Gunung Seteleng dan di Kelurahan Jenebora, Kecamatan Penajam.
“Tidak menutup kemungkinan masih banyak benda – benda peninggalan sisa peperangan yang tertimbun tanah,” tutupnya.
Editor: Maruly Z