Kegiatan tersebut digelar oleh Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kolaborasi dengan Dinas Pertanian PPU yang melibatkan puluhan petani di wilayah itu.
Makmur Marbun mengatakan, bahwa masih ada sekitar 15 ribu hektare lahan pertanian tersebar di PPU tidak bisa dikelola dengan maksimal karena keterbatasan pengairan yang ada.
Ditekankan pihaknya tidak berhenti memperjuangkan keinginan itu hingga ke pusat agar PPU memperoleh bantuan dalam rangka peningkatan sektor pertanian yang ada di daerah.
“Saat kunjungan presiden beberapa waktu lalu saya telah menyampaikan persoalan irigasi ini khususnya terkait bendung Telake di Kecamatan Babulu kepada bapak menteri. Alhamdulillah pak menteri merespons itu, jadi kita tunggu saja kelanjutannya,” ungkapnya.
Di kesempatan ini, dirinya bukan hanya melihat apa yang sedang dipanen petani. Tetapi dia lebih melihat bagaimana prosesnya mulai petani melakukan tanam padi, perawatan hingga panen saat ini. “Makanya saya harus mendengar prosesnya seperti apa mulai bibit, penyemaian hingga perawatan dan saat ini dilakukan panen,” jelasnya.
Dalam waktu dekat akan ada ribuan ASN dan keluarganya pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN) yang baru di PPU. Untuk itu sambung dia, PPU sebagai serambinya Nusantara harus bisa memenuhi kebutuhan pangan tersebut.
“Makanya lahan pertanian kita harus maksimal sehingga hasilnya pun mampu memenuhi kebutuhan daerah dan menyokong kebutuhan IKN nantinya, “ tutupnya.
Editor: Maruly Z