Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian PPU, Ristu Pramula. Menurutnya, tahun ini mendapatkan target vaksinasi PMK sebanyak 8.250 dosis.
Pelaksanaan vaksinasi ke hewan ternak milik masyarakat di PPU terus dilaksanakan oleh petugas di instansinya. “Terus berjalan, dari target 8.250 dosis, per November realisasinya sudah 6.287 atau 76 persen,” ungkapnya, Jumat (10/11/2023).
Dalam pelaksanaannya, memang dinilai tak berjalan sesuai dengan harapan mereka. Di lapangan petugas mendapatkan sejumlah kendala. Tidak semua pemilik hewan ternak sapi maupun kambing yang menginginkan hewan peliharaannya di vaksinasi.
“Kendalanya ada sebagian masyarakat yang tidak mau di vaksin. Ada juga yang mau divaksin tapi tidak mau di pasang ear tag. Ada yang mau di ear tag, tidak mau di vaksin, begitu pun sebaliknya. Bahkan ada juga yang tidak mau dua-duanya. Itu kendala-kendala kami di lapangan,” akunya.
Ristu mengaku untuk tingkat hewan ternak yang terserang penyakit PMK dianggap masih terbilang cukup rendah. Hal itu dibuktikan dengan kategori zona hijau atau aman.
Sejak infeksi virus PMK melanda Tanah Air dinilai baru terdapat lima ekor sapi dan saat kejadian penanganan langsung cepat direspons. “Yang terdeteksi di awal ada lima ekor dan sampai sekarang sudah tidak ada. Makanya sekarang ternak dari luar daerah bisa masuk,” tutupnya.
Editor: Maruly Z