Kondisi air baku di sungai Lawe-lawe sebelumnya telah cukup memprihatinkan setelah debitnya mengalami penurunan yang sangat signifikan.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab PPU Nicko Herlambang menjelaskan, berdasarkan laporan BMKG kondisi El-nino akan berlangsung sampai Februari 2024.
Selama kondisi ini tentunya masyarakat akan kesulitan mendapatkan layanan air bersih dikarenakan ketersediaan air baku. Bahkan, kondisi debit air baku WTP Lawe-lawe sempat memprihatinkan.
“Kalau kemarin tidak hujan, air yang ada di sini (Sungai Lawe-lawe) paling hanya mampu bertahan sekitar satu minggu,” kata Nicko ketika meninjau kondisi air baku di Sungai Lawe-lawe, Senin (6/11/2023) hari ini.
Hujan dengan intensitas sedang hingga deras pada akhir pekan lalu dinilai mampu menambah debit air baku di WTP Lawe-lawe. Ketersediaan air baku tersebut diperkirakan akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di Kecamatan Penajam kurang lebih satu bulan.
“Hujan kemarin menambah volume air, bisa memenuhi kebutuhan kurang lebih satu bulan ke depan, tergantung pemakaian masyarakat,” ujar Nicko.
Dampak kondisi El-nino menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan kesulitan air baku WTP Lawe-lawe. Pemerintah dinilai mencari solusi agar sisi hulu sungai terdapat penampungan atau di cadangan air baku sebagai upaya mengatasi sulitnya air baku di tengah musim kemarau.
”Ini menjadi hal penting karena kalau ada hujan lagi minimal bisa memiliki cadangan air,” ucap Nicko.
Editor: Aspian Nur