BNK Paser telah mengunjungi SMK 3 Tanah Grogot, SMAN 1 Paser Belengkong, SMAN 1 Batu Sopang, SMAN 1 Muara Komam, SMAN 1 Long Ikis dan SMAN 1 Long Kali.
“Sebanyak 20 siswa lebih positif narkoba saat dites urine,” kata dia.
Lebih rinci Ahmad Tonangi membeber siswa yang diketahui positif narkoba dari SMK 3 ada 1 orang, SMA Paser Belengkong 2 orang, SMA Batu Sopang 9 orang, dan Muara Komam sebanyak 10 orang.
Atas temuan ini BNK Paser kata dia tidak melakukan tindakan refresif. Pasalnya, pihaknya lebih mengedepankan upaya edukatif atau pembinaan dari pihak sekolah dan orang tua.
“Jadi, kita bina dulu lalu disuruh buat surat pernyataan tidak mengulangi, dan berjanji untuk tidak mendekati lagi narkoba atau barang haram lainnya,” ujarnya.
Jika siswa tadi masih tetap mengulangi perbuatan yang sama maka pihaknya akan mengupayakan rehabilitasi. “Jika masih begitu (candu), maka kami akan lakukan rehabilitasi saja,” papar AKP Ahmad Tonangi yang juga Kasat Reskoba Polres Paser.
Dijelaskan dia BNK Paser telah berupaya menekan peredaran narkoba di kalangan remaja, terutama para peserta didik. Melalui berbagai kegiatan, antara lain sosialisasi bahaya narkoba, penyuluhan ke sekolah-sekolah hingga pemeriksaan tes urine.
“Kami sudah sosialisasi, pasang stiker yang berisi himbauan Jauhi Narkoba, dan penyuluhan ke sekolah-sekolah menengah. Bahkan, hingga melakukan tes urine kepada para siswa,” urainya.
Lebih lanjut, AKP Tonangi meminta peran aktif kepala sekolah (kepsek), guru, orang tua dan kerabat, agar mengawasi para remaja dalam kegiatan sehari-harinya. “Tugas pencegahan penyalahgunaan narkotika atau zat adiktif lainnya, bukanlah hanya tugas polisi dan BNK saja, tapi sudah menjadi tugas semua pihak, terlebih pihak terdekat yang berada di sekitar mereka,” pungkasnya. (sur)