Wakil Ketua I DPRD PPU Raup Muin menjelaskan tinjauan ke pelabuhan sengaja diagendakan untuk mengetahui kondisinya dengan menghadirkan instansi terkait.
Pelabuhan ini perlu mendapatkan perhatian lantaran merupakan akses keluar dan masuknya masyarakat di PPU khususnya Kaltim. “Memang harus menjadi perhatian karena itu menjadi akses utama. Makanya kami dari DPRD mengajak Bapelitbang, PUPR, Perhubungan untuk meninjau,” kata Raup kepada Korankaltim.com usai monitoring.
Melalui monitoring tersebut para instansi terkait diharapkan dapat merumuskan sarana dan prasarana yang harus bangun ke depan. Masyarakat yang menggunakan pelabuhan penyebrangan tersebut dianggap harus mendapatkan rasa kenyamanan dan keamanan.
“Apa saja yang mau dilakukan untuk membenahi. Itu fasilitas umum yang dipakai 24 jam akses keluar masuk, tentunya fasilitasnya harus disiapkan,” ucap Raup lagi.
Raup mengakui masyarakat khususnya yang berasal dari luar daerah yang menggunakan pelabuhan penyeberangan harus dibuat terkesan, karena itu diharapkan instansi terkait segara merencanakan apa yang akan dikerjakan di pelabuhan penyebrangan dan menyusun kebutuhan anggaranya. “Dijadikan sebagai wajahnya pada PPU. Orang yang masuk ke Penajam paling tidak ada kesan pertama dulu,” harap Raup.
Editor: Aspian Nur