Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Budi Santoso menjelaskan, pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan kesulitan air bersih. Pendistribusian air bersih dilakukan di daerah terdampak kekeringan yaitu Desa Sumber Sari dan Rintik pun telah dilaksanakan. “Pendistribusian air bersih kita lakukan di dua desa di Kecamatan Babulu, yaitu Desa Sumber Sari dan Rintik,” ungkapnya, Rabu (4/10/2023).
Akibat kemarau panjang tersebut, membuat warga di kedua desa tersebut sulit mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhannya seperti memasak, minum dan sebagainya.
Berdasarkan data yang dihimpun, warga yang terdampak kekeringan di Desa Sumber Sari terdapat sebanyak 16 RT dengan 1.720 jiwa. Kemudian di perbatasan PPU- Paser yakni Desa Rintik, ada tiga RT dengan 31 jiwa yang kesulitan mendapatkan air bersih.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pemerintah memastikan telah menyediakan sejumlah armada untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah tersebut. “Jumlah armada yang dikerahkan sebanyak empat unit, terdiri dari tangki BPBD satu unit, tangki Damkar Pos Babulu satu unit, tangki Dinas Perkim satu unit dan tangki PDAM satu unit,” terangnya.
Budi mengaku pemerintah daerah membuatkan tempat penampungan air darurat menggunakan terpal untuk menampung air bersih di setiap RT. “Tiap-tiap RT dibuatkan bak penampungan dari terpal dengan kapasitas 10 ribu liter. Ini sudah hari ke tiga kita melaksanakan pendistribusian air bersih,” jelasnya.
Editor: Maruly Zainuddin