Tak ragu, tim dari FCPF-CF memberikan kepercayaan dan menitipkan amanah untuk bertemu dengan masyarakat Desa Sukaraja, melakukan sosialisasi Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional-Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N LAPOR) untuk mendukung FCPF-CF di Desa Sukaraja, setelah menggelar kegiatan yang sama di Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Paser.
Secara keseluruhan Kalimantan Timur dinilai mampu memelihara lingkungan dalam pengurangan emisi karbon dunia dan sejumlah wilayah dinilai bisa memelihara lingkungan yang satu diantaranya Desa Sukaraja.
Hal itu membuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendapatkan dana kompensasi penurunan emisi karbon dari Bank Dunia yang kemudian disalurkan kepada delapan kabupaten dan kota, diantaranya ke PPU.
Dana karbon dikeluarkan negara-negara maju di dunia yang memproduksi barang dan tidak bisa memelihara lingkungan. Mereka sepakat menghimpun dana diberikan kepada negara Indonesia melalui Bank Dunia.
"Ini merupakan bukti kalau masyarakat Desa Sukaraja luar bisa dalam memelihara lingkungan, sehingga mendapatkan dana kompensasi penurunan emisi karbon dunia," sebut Razaq lagi.
Sekretaris Kecamatan Sepaku Hendro Susilo menyebut kalau hal itu tanggungjawab bersama untuk memelihara lingkungan demi penurunan emisi karbon.
“Kami membangun perencanaan kota dengan konsep menjaga ekosistem hutan dan menambah tanaman peneduh sehingga ada ada hutan tropis di Sepaku untuk mendukung penurunan emisi karbon,” sebut Hendro.
Editor: Aspian Nur