"Tiga titik karhutla yang terjadi kemarin satu di Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu. Dua lagi di Kecamatan Penajam, yakni di Kelurahan Petung dan Kelurahan Nenang," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU Budi Santoso di Penajam dilansir dari Antaranews.com Minggu (3/9/2023) hari ini.
Dari tiga titik ini, lokasi yang paling sulit adalah di Kelurahan Nenang karena aksesnya yang terbatas, bahkan satu mobil tangki untuk menyuplai air sempat ambles sehingga menghalangi dua mobil pemadam untuk masuk. Namun Budi bersyukur karena hal ini bisa diatasi dan api berhasil dipadamkan.
Asal api masih dilakukan pendalaman dan penyelidikan kepolisian namun yang pasti, lokasi yang terbakar pada masih menyambung dengan lokasi yang terbakar sehari sebelumnya. BPBD PPU meminta semua pihak untuk selalu waspada dan saling mengingatkan tidak sembarangan melakukan pembakaran maupun membuang puntung rokok sembarangan, karena banyak daun kering yang bisa menimbulkan kebakaran meski ada sedikit saja percikan bara.
"Akibat panas terik yang ekstrim, material yang ada sangat mudah terbakar meski hanya percikan api kecil baik material daun maupun gambut tipis yang lama mengering sepanjang kemarau ini," kata Budi.
Karhutla di Nenang menghanguskan area seluas 14,18 hektare di RT 15. Laporan karhutla masuk ke pihaknya kemarin pukul 12.22 WITA siang hari, sementara kejadian diperakirakan mulai pukul 12.00 atau 22 menit sebelumnya.
Setelah laporan masuk, Pusdalops BPBD langsung berkoordinasi dengan semua unsur terkait dan menuju lokasi untuk melakukan pemadaman bersama baik dengan cara manual maupun menggunakan mobil pemadam, pukul 19.30 WITA malam pemadaman selesai dilakukan tim gabungan.
Editor: Aspian Nur