Pemasangan ETLE tersebar diseluruh kecamatan di daerah asal Ibu Kota Nusantara, yakni Kecamatan Penajam, Waru, Babulu dan Sepaku.
Kasat Lantas Polres PPU AKP Ning Tyas Widyas Mita menjelaskan, pemasangan ETLE memberikan dampak yang positif kepada pengguba kendaraan roda dua maupun empat.
Tingkat kepatuhan lalu lintas masyarakat dinilai mengalami peningkatan yang membuat pelanggaran juga menurun.
“Kalau diliat dari pemantau di sejumlah kamera seperti yang mengarah di gerbang madani dan ke pelabuhan ketertiban naik signifikan,” Tyas, Minggu (13/8/2023).
Di simpang empat Jalan Provinsi Kilometer 0,5 Kelurahan Penajam dan Gerbang Madani Kilometer 9 Kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam lainnya kerap terjadi pelanggan.
Pengendara tanpa kesadaran tidak menggunakan alat keselamatan berkendara seperti tak menggunakan helm, safety belt dan lain-lainnya.
“Biasanya sering kami lihat di pos kilometer 0,5 Penajam banyak ditemui tidak pakai helm, baik pagi, siang, sore maupun malam. Tapi sekarang jika dilihat dari kamera lebih tertib, masyarakat banyak yang menggunakan helm, berkendara tidak sambil nelpon, pakai safety belt,” sebut Tyas lagi.
Kamera ETLE tersebut di pintu masuk Pelabuhan Ferry Penajam, traffic light atau lampu lalu lintas depan Masjid Ar-Rahman di Kelurahan Penajam, samping Masjid Al Ula di Kelurahan Nenang, traffic light Gerbang Madani di Kelurahan Nipah-Nipah, Komplek B di Kelurahan Petung, Kecamatan Babulu, Kelurahan Riko, Desa Semoi Dua, gerbang masuk Ibu Kota Negara (IKN) di Kecamatan Sepaku dan pintu masuk Istana Negara di Kecamatan Sepaku.
Kanera ETLE y tersebut dinilai memiliki sejumlah kelebihan, seperti mampu mengambil foto atau rekaman video dengan jelas pada saat pelanggaran terjadi.
“Kamera ETLE itu bisa langsung melihat ke dalam mobil, gambarnya lebih jelas,” tutuo Tyas.
Editor Aspian Nur