Pertemuan menggunakan asrama Putri Petung di kawasan Cendana 1 Banjarmasin. Bangunan yang cukup besar dengan jumlah kamar memadai adalah aset Pemkab Paser.
Ketua Asrama Putra Kandilo Banjarmasin, Muhammad Rizani pada kesempatan itu melaporkan jumlah mahasiswa yang kuliah di Banjarmasin sekitar 600 jiwa. Terdiri dari, mahasiswa putra 200 orang dan mahasiswi sebanyak 400 orang. “Mereka sepertinya kurang berminat tinggal di asrama, diduga karena mereka ingin bebas, dan tidak terikat aturan-aturan di asrama,” ungkapnya.
Jumlah mahasiswa yang tinggal di asrama putra hanya sekitar 20 orang menempati 18 ruangan. “Mereka enggan tinggal di asrama meskipun sudah diajak. Katanya, asrama disiplin dan banyak aturan, ada jadwal piket, dan harus bersih-bersih,” ucapnya.
Senada diungkapkan Ketua Asrama Kandilo Putri Banjarmasin, Munarah yang melaporkan kondisi asrama perlu perbaikan fisik gedung, toilet yang rusak dan buntu.
“Kami juga berharap ada fasilitas lainnya seperti televisi, kipas angin, mesin cuci dan lemari pakaian,” katanya.
Ketua Asrama Putri Seratai Banjarbaru Nur Keti selain meminta perbaikan fisik gedung asrama, perbaikan pagar, plafon, pintu kamar, wc buntu dan penambahan kasur. yang menjadi penting adalah pemasangan jaringan internet berupa wifi untuk penunjang tugas kuliah. “Mahasiswa zaman sekarang lebih banyak tugas-tugas melalui email pak, kami sangat perlu wifi untuk menunjang kelancaran kuliah,” harap kata Nur Keti.
Menanggapi usulan mahasiswa masalah sapras asrama, termasuk beasiswa, Bupati Paser Yusriansyah didukung ketua DPRD Kabupten Paser Kaharuddin menyatakan, akan segera ditangani melalui anggaran perubahan maupun pada anggaran APBD 2018.
“Nantinya, akan kita prioritaskan, bisa di perubahan ini maupun 2018 mendatang. Yang terpenting, adalah kalian belajar dengan baik, karena kalian adalah penerus bangsa dan menjadi harapan generasi pemimpin Paser kelak,” imbuhnya. (sur)