Kepala BPBD PPU Budi Santoso menjelaskan mereka sudah melaksanakan rapat koordinasi terkait kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana kekeringan dan Karhutla.
Berdasarkan informasi BMKG musim kemarau bakal terjadi di akhir bulan Juli dan puncaknya pada Agustus 2023. “Kalau di September hingga Desember sudah tidak lagi kemarau,” ujar Budi Rabu (7/6/2023).
Meski musim kemarau di tahun ini tidak berlangsung lama namun pemerintah dinilai tetap memberikan perhatian serius karena terdapat ratusan titik rawan Karhutla di PPU.
“Totalnya ada 128 titik rawan kebakaran, paling banyak di Kecamatan Penajam ada sekitar 78 titik, selebihnya tersebar,” sebut Budi.
Budi mengakui satu diantara titik yang menjadi perhatian utamanya yakni di Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam. Wilayah tersebut kerap terjadi Karhutla dan yang terbakar yakni lahan gambut.
“Desa Giripurwa jadi perhatian karena berulang dan lokasinya gambut, kemudian ketika kering sumber airnya sulit,” tutup Budi.
Editor: Aspian Nur