Camat Sepaku Waluyo ketika dihubungi Korankaltim.com menjelaskan dirinya sudah meninjau lokasi banjir tersebut dan menyebut yang terparah dibandingkan dengan kejadian sebelum-sebelumnya.
“Sepengetahuan saya banjir terakhir di situ 2019, tapi ini terparah informasi dari warga,” kata Waluyo siang tadi.
Banjir tersebut terjadi karena guyuran hujan intensitas tinggi dan lama sejak Senin (1/5/2023) malam hingga pagi tadi sehingga air di sungai di daerah tersebut meluap dan masuk ke pemukiman.
“Faktor utamanya hujan dengan intensitas tinggi dan lama. Kebetulan air laut naik, penyempitan serta penyumbatan sungai,” papar Waluyo lagi.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Ddaerah (BPBD) PPU, bangunan terdampak banjir di RT 01 sebanyak 13 rumah, RT 02 sebanyak 9 rumah, RT 03 sebanyak 6 Rumah, RT 04 sebanyak 7 rumah, RT 05 sebanyak 10 rumah dan RT 08 sebanyak 4 rumah.
Banjir terparah terjadi di RT 02 Desa Karang Jinawi. Ketinggian air di halaman rumah mencapai 50 – 120 cm sementara di dalam rumah 15 – 30 cm.
Editor: Aspian Nur