Para guru penggerak di SD dan SMP diberikan laptop setelah pemerintah mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp1 miliar.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sapras) Disdikpora PPU, Syamsul Adha ketika ditemui menerangkan bahwa pelaksanaan pengadaan laptop untuk para guru penggerak telah berkontrak dan tinggal menunggu barang datang.
“Sudah berkontrak, laptopnya tinggal datang lalu dibagikan” ungkapnya, Rabu (1/3/2023).
Lanjutnya, guru penggerak yang bakal mendapatkan fasilitas penunjang untuk mendukung program merdeka belajar di daerah asal IKN Nusantara dipastikan mencapai puluhan.
“Ada kurang lebih 65 unit laptop untuk para guru penggerak di SD dan SMP,” akunya.
Diakuinya, seharusnya semua guru memiliki di PPU harus memiliki laptop, bukan hanya guru penggerak karena metode pendidikan berbasis mereka belajar.
“Butuh ditambah lagi, sangat banyak karena menyesuaikan jumlah guru. Jumlah pastinya tidak hafal, tapi kalau di total kurang lebih 2.500 guru di SD dan SMP. Itu belum guru TK karena menjadi tanggung jawab kita,” bebernya.
Editor: Rusdianto