Kabid Pariwisata Disbudpar PPU, Achmad Noor menjelaskan bahwa sebagai bagian dari Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara maka harus terus mengembangkan segala potensi yang dimiliki terutama potensi Pariwisata secara berkelanjutan.
“Oleh karena itu kita perlu menguasai segala bentuk promosi agar Kabupaten Penajam Paser Utara dapat dikenal bagi para wisatawan dan mampu bersaing baik secara nasional hingga internasional,” ungkapnya, Selasa (29/11) kemarin.
Lanjutnya, program ini menghasilkan web desa wisata yang mengimplementasikan teknologi tur virtual 360o dan sistem pengenalan flora secara real time menggunakan QR code. Web desa wisata yang dapat diakses melalui https://disbudpar-ppu.website/ tersebut memuat destinasi wisata, ekonomi kreatif dan budaya lokal Desa Api-Api, Desa Bangun Mulya dan Taman Rozaline di kelurahan Nipah-Nipah.
“QR code yang telah dipasang di Taman Rozaline pun sudah dapat dimanfaatkan oleh pengunjung untuk mengenali berbagai jenis flora dengan menggunakan telepon genggam,” akunya.
Ketua program Matching Fund Universitas Gunadarma Dr. Bertalya menjelaskan bahwa kehadiran para pemangku kepentingan tersebut merupakan bukti nyata keseriusan seluruh insan pariwisata kabupaten PPU untuk bahu membahu dan bekerjasama meningkatkan potensi pariwisata.
Dengan menghadiri sosialisasi ini, para pemangku kepentingan pariwisata di PPU dapat mengenali dan memahami penerapan web desa wisata dan sistem pengenalan flora secara real time.
Selanjutnya, pemangku kepentingan dapat memanfaatkannya untuk mengoptimalkan potensi wisata, promosi destinasi wisata, serta ekonomi kreatif dan budaya lokal secara digital dan inovatif, yang berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat.
“Program ini diharapkan dapat meningkatkan promosi pariwisata Kabupaten PPU baik secara nasional maupun internasional,” jelas Dr. Bertalya.
Diketahui, program yang diketuai oleh Dr. Bertalya dan kegiatan ini terdiri atas enam rangkaian aktivitas yang dimulai pada bulan September 2022.
Rangkaian aktivitas tersebut meliputi pembuatan video tur virtual 360°, pembuatan video produk ekonomi kreatif dan budaya lokal, manajemen konten web desa wisata, implementasi sistem pengenalan flora secara real time, pelatihan manajemen konten web desa wisata, dan sosialisasi web desa wisata ke pemangku kepentingan pariwisata di kabupaten PPU. Sosialisasi sekaligus peluncuran web desa wisata dan sistem pengenalan flora secara realtime.
Penulis: */Erwin
Editor: Rusdi