“Semua sudah final. Sudah rapat dengan Gubernur Kaltim. Tidak ada pembahasan lagi. Tinggal menunggu lelang. Tahun-tahun ini akan terealisasi fisik,” kata Yusran saat ditemui KlikSamarinda, Minggu, 3 September 2017, di Sekretariat Gerindra Kaltim, Samarinda.
Jembatan Balikpapan-PPU ini nantinya bakal membentang di atas Teluk Balikpapan. Jembatan ini akan memiliki panjang bentang sekira 5,4 kilometer, lebar 33 meter, dengan ketinggian di atas 50 meter.
Pembangunan jembatan ini diproyeksi menelan dana Rp6 triliun-Rp 7 triliun. Bila terwujud nanti, jembatan akan dikelola dengan sistem tol atau berbayar.
Skema pembiayaan: 55 persen ditanggung PT Waskita Karya, 25 persen Pemprov Kaltim, 15 persen PPU dan lima persen Balikpapan.
Dengan adanya infrastruktur ini, lanjutnya, perjalanan antara PPU Balikpapan nantinya bisa lebih singkat. Jika sebelumnya ditempuh dalam waktu sekitar 30-60 menit dengan menggunakan kapal cepat maupun kapal feri, kelak tidak sampai 10 menit.
Keberadaan jembatan ini, menurut Yusran, akan memajukan PPU serta pemerataan pembangunan bersama sebagai kota di teluk. Terlebih kedua kota ini, Balikpapan dan PPU, tengah berkembang menjadi kota industri.
“Dengan ini, Kabupaten PPU ke depannya bisa lebih berkembang dalam segala lini,” ungkap Yusran.
Disinggung soal dirinya yang bakal maju Pemilihan Gubernur Kaltim 2018 mendatang, Yusran menuturkan tidak ada sangkut pautnya. Percepatan pembangunan jembatan ini murni karena ingin memajukan PPU.
“Dinilai dari segi apapun, PPU harusnya siap untuk lebih maju. Jadi ini tulus. Lagipula, saya ingin meninggalkan jejak yang baik di PPU,” ucap Bupati PPU dua periode ini. (kp)