Salah satu contoh sekolah yang kekurangan sarana dan prasarana adalah SD Negeri 026 Penajam. Sekolah yang terletak di Jalan Provinsi Kilometer 3 Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam ini harus memanfaatkan rumah dinas kepada sekolah, guru dan penjaga karena kekurangan ruang belajar meski bangunannya telah reyok.
Permasalahan di dunia pendidikan ini mendapatkan tanggapan dari Wakil Ketua II DPRD PPU Hartono Basuki. Menurutnya, instansi terkait yakni Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU harus melakukan pendataan dan menyerahkan kepada mereka.
“Kami sebenarnya perlu data, berilah data base biar bisa diketahui sekolah mana yang sarana dan prasarananya urgen untuk dibangun RKB (Ruang Kelas Baru) dan lain-lainnya,” ungkapnya, Kamis (28/7) kemarin.
Melalui data tersebut, tentu pihaknya akan diberikan kemudahan untuk memperjuangkan anggaran guna memenuhi kebutuhan di dunia pendidikan.
“Kalau ada data basenya sangat lebih enak mengawalnya, kadang-kadang kami kebingungan,” akunya.
Kader PDI Perjuangan (PDIP) klaim sangat siap mengawal dan memperjuangkan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan.
Para wakil rakyat lainnya di tingkat provinsi dan pusat juga dinilai harus turut membantu menyelesaikan permasalahan ini, apalagi dengan kehadiran Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
“Tapi memang harus digaris bawahi kewajiban infrastruktur pendidikan dan seluruh pendukungnya bukan hanya kewajiban pemerintah daerah, jadi teman-teman di provinsi dan pusat harus turut membantu memberikan perhatian,” bebernya.
Hartono menambahkan banyaknya permasalahan di dunia pendidikan diyakini telah menjadi mendapat perhatian dari pemerintah daerah tapi tidak bisa direalisasikan karena mengalami defisit.
Penulis: Erwin
Editor: Supiansyah