Plt Bupati PPU Hamdam ketika melakukan kunjungan ke WTP Lawe-lawe menjelaskan bahwa debit air baku di WTP Lawe-lawe sudah mulai berkurang karena telah memasuki musim kemarau. Terlebih, kondisi kolam penampungan air baku sudah tiga tahun dimanfaatkan sehingga sudah waktunya di bersihkan dan pemeliharaan atau perbaiki.
“Intinya ingin diperbaiki kolamnya, dibenahi karena ternyata ada beberapa persoalan teknis di situ yang tidak bisa dihindari. Bisa air itu dijernihkan dengan menambah volume konsentrasi bahan kimia, cuma itu kan melanggar aturan Permenkes, pilihannya itu saja,” ungkapnya didampingi Direktur Perumda Air Minum Danum Taka dan jajaran pejabat pemerintah daerah, Kamis (2/6/2022).
Pelaksanaan pengerjaan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat sehingga WTP Lawe-lawe kapasitas 200 liter per detik itu akan matikan.
Meski ada pengerjaan pembersihan dan pengangkatan lumpur baik di aliran sungai serta di bak penampungan air baku tapi layanan air bersih kepada masyarakat tetap akan berjalan.
“Kita ganti dengan instalasi yang kapasitasnya lebih kecil, 50 liter per detik. Dampaknya pelayanan dilakukan secara bergantian atau bergiliran,” akunya.
Penulis: Erwin
Editor: Supiansyah