Direktur Perumda Air Minum Danum Taka, Abdul Rasyid kepada awak media menjelaskan bahwa jajarannya telah menggelar rapat dan menyepakati untuk mematikan aktivitas di WTP Lawe-lawe dalam jangka waktu dua minggu.
Pemberhentian layanan kepada masyarakat di Kecamatan Penajam akan dimulai dalam beberapa hari ke depan.
“Mungkin dalam tiga sampai empat hari ke depan dihentikan. Ini kita mau aktifkan dulu beberapa perlengkapan yang dibutuhkan untuk kegiatan pembersihan dan pengangkatan lumpur,” ungkapnya, Selasa (31/5/2022).
Pembersihan dan pengangkatan lumpur baik di aliran sungai serta di bak penampungan air baku WTP Lawe-lawe dilakukan karena intensitas hujan telah berkurang dan terdapat sedimentasi yang tingginya kurang lebih satu hingga satu setengah meter di bak penampungan.
Kondisi tersebut dipastikan mempengaruhi kualitas air yang dihasilkan oleh Perumda Air Minum Danum Taka.
“PH kita rendah sekali hanya tiga sampai empat, jadi asam sekali. Itu pengaruhnya sehingga mau tidak mau itu harus dilakukan,” akunya.
Proses pembersihan lumpur di bakal penampungan air baku akan menggunakan mesin pengisap lumpur, alkon dan peralatan lainnya.
Penulis: Erwin
Editor: Supiansyah