"Di satu sisi, industri CPO kita merupakan yang terbesar di dunia, tapi untuk produk jadi hasil dari industri tersebut, kita kelangkaan," kata Tony Anton kepada Korankaltim.com, Kamis (31/3/2022).
Menurutnya, penyimpangan subsidi di Indonesia sudah terjadi sejak lama. Terlebih kalau disparitas harga antara solar subsidi dengan non subsidi sangat jauh. Tentu semakin menggiurkan bagi oknum atau mafia solar.
"Solar subsidi harga Rp5150 per liter, sedangkan untuk solar non subsidi Rp13250 per liter di Kalimantan. Selisih Rp8100 liter. Para mafia dan para pihak yang berniat jelek makin tergiur," sebutnya.
Tony Anton yang juga pengurus DPW ALFI Kaltim ini mempertanyakan dibalik naiknya harga Dexlite atau BBM non subsidi untuk mesin diesel. Bukan menyesuaikan solar bersubsidi agar disparitas harga tidak terlampau jauh. "Kan kalau solar subsidi disesuaikan dan solar non subsidi tetap, maka disparitas harga semakin tidak terlalu jauh. Otomatis potensi untuk penyimpangan BBM subsidi tidak sebesar seperti sekarang," ujarnya.
Khusus untuk Balikpapan, Tony ingin pihak aparat dalam hal ini kepolisian dan stakeholder yang lain harus konsen terhadap persoalan ini. Tidak hanya menjamin ketersedian solar subsidi tapi juga harus mengejar para pelaku penyelewengan solar bersubsidi.
"Dan harus transparan, kami garis bawahi harus transparan," tegasnya.
Terlebih dengan adanya pernyataan Direktur Utama Pertamina bahwa solar subsidi diduga bocor ke perusahaan sawit dan perusahaan tambang sebagai salah satu sektor usaha dengan konsumsi solar terbesar.
Ditambah lagi dengan pernyataan Ketua umum ALFI Yuki Nugrahawan bahwa lebih baik solar subsidi dihapus daripada situasinya parah seperti sekarang.
"Artinya apa? Para pelaku UMKM di bidang transportasi sudah sangat frustasi menghadapi situasi yang selalu berulang setiap tahun," tuturnya.
Sehingga pengusaha yang bergerak di bidang forwarder dan logistik ini mendorong pihak kepolisian dan yang terkait lainnya agar turun tangan melakukan pengusutan. Penegakan hukum dilaksanakan secara transparan dan masyarakat turut melakukan pengawasan.
"Begitu juga para stakeholder, harus memastikan memang distribusi solar subsidi ke setiap SPBU sesuai antara pencatatan dan yang diterima. Saya rasa itu kuncinya," pungkas Tony Anton.
Penulis: Hendra
Editor: Supiansyah