“Kasus kriminalitas tertinggi itu curat (pencurian dengan pemberatan), ada 23 kasus atau naik 6 kasus, perlindungan anak 18 kasus atau kasus naik 4 kasus, perkebunan 17 kasus atau naik 16 kasus,” kata Hendrik.
Tak hanya kasus kriminalitas, kasus laka lantas di sepanjang tahun ini pun dianggap mengalami peningkatan. Di tahun 2020 lalu sebanyak 31 kasus dan tahun 2022 sebesar 52 kasus atau naik 12 kasus.
“Untuk yang meninggal dunia akibat laka lantas di tahun ini ada 33 orang, luka berat 17 orang, luka ringan 21 orang,” sebutnya.
Dari 52 kasus kecelakaan lalu lintas baik roda dua dan empat tersebut, tersebar di Kecamatan Penajam 21 kasus, Waru 6 kasus, Babulu 13 kasus dan Sepaku 12 kasus.
Sementara untuk kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang atau narkotika mengalami penurunan. Di tahun 2020 ada 83 kasus, namun di tahun 2021 hanya 76 kasus.
Total tersangka yang diamankan di sepanjang tahun ini sebanyak 100 orang, terdiri dari 92 laki-laki 92 dan 8 perempuan. Pada tahun lalu hanya 98 orang terdiri dari 92 laki-laki orang dan 6 perempuan
“Kalau barang bukti sabu-sabu yang diamankan di tahun 2020 ada 435,5 gram dan doubel l 565 butir. Untuk di tahun 2021 ini sabu-sabu 301,15 gram dan doubel l 9.458 butir,” tutup Hendrik.
Penulis : Erwin
Editor : Aspian Nur