Sepanjang November lalu, Perumda AMDT pun melaksanakan program bersih rekening atau melakukan komunikasi secara langsung agar pelanggan segera melakukan penyelesaian tanggungan mereka.
“Dari 1.998 pelanggan yang menunggak, Alhamdulillah bisa menarik dana kurang lebih Rp799 juta dari total Rp1,4 miliar,” kata Rasyid.
Program bersih rekening mendapatkan respons positif dari para pelanggan. Terbukti sebanyak 928 pelanggan yang melunasi tagihan rekening air bersih setelah menunggak selama berbulan-bulan.
Dalam pelaksanaannya pun kurang lebih 209 pelanggan yang terpaksa harus diputus aliran air bersih miliknya lantaran menunggak lebih dari tiga bulan. Sebelumnya telah diberikan pemberitahuan pembayaran, tetapi tak direspons.
“Kalau yang belum ditagih ada 861 pelanggan karena waktunya tidak cukup, jadi dilanjutkan tahun depan,” paparnya.
Pelanggan yang menunggak tersebut tersebar di tiga kecamatan yakni Penajam, Waru dan Sepaku. Jumlah pelanggan yang paling banyak menunggak terdapat di Penajam.
Seluruh pelanggan air bersih milik perusahaan pemerintah daerah ini diharapkan untuk membayarkan tagihan rekening air mereka dengan tepat waktu. Hal ini mengingat pembayaran akan kembali dimanfaatkan untuk pengolahan air.
Penulis: */Erwin
Editor: Aspian Nur