
Jalan yang belum diriggit beton ini mengalami kerusakan berlubang dan berlumpur apabila di guyur hujan sehingga sulit dilalui kendaraan roda dua dan empat.
“Harapan kami jalan yang rusak, Al-Ula tembus simpang empat Kapao, itu bisa diriggit karena masih ada belum, kurang lebih dua kilometer,” ungkapnya, Jumat (24/12/2021).
Karena jalan mengalami kerusakan, para pengendara yang hendak menuju pelabuhan atau sebaliknya terpaksa harus melintas di jalan kawasan padat penduduk jika kondisi akses tersebut sedang tidak memungkinkan dilewati. Hal itu tentu dikeluhkan masyarakat.
“Karena rusak pengendara harus lewat jalan pemukiman sehingga, LPM, RT, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Lurah itu rutin menerima keluhan itu, mudahan itu segera di segera diriggit supaya kendaraan tidak melintas di jalan pemukiman lagi,” akunnya.
Tak hanya itu, akses dari simpang empat Jalan Kapao RT 6 Kelurahan Gunung Seteleng menuju Pelabuhan Benuo Taka cukup banyak titik-titik genangan air di badan jalan sehingga diminta turut segera diberikan penanganan.
“Genangan itu juga ditangani supaya hilang dari badan jalan. Ditambah material batu berserakan di jalan tentu membahayakan pengguna jalan,” bebernya.
Ditambahkan, kendaraan yang memuat batu bara menuju pelabuhan juga dinilai timbulkan permasalahan karena debunya mengganggu pengguna jalan yang melintas.
Penulis : Erwin
Editor : Bambang Irawan