Berdasarkan keterangan, sungai yang tidak begitu lebar itu meluap hingga ke halaman rumah warga. Luapan terjadi karena terjadi hujan di pagi hari dan kondisi sungai berkelok membuat air meluap.
“Saat itu korban bersama temannya bermain air di halaman warga yang sedang mengalami peningkatan TMA disertai arus yang cukup kencang, mungkin main sampai bibir sungai jadi membuatnya terseret arus,” ungkapnya, Minggu (31/10/2021).
Ketika korban terseret arus, rekannya langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga.
Menurut saksi mata, ketika mendengar tiga orang anak minta tolong, kemudian bergegas untuk menolong.
“Saat ingin ditolong, warga melihat kepala korban sudah berada di bawah jembatan dan hanya bisa berteriak minta tolong ke warga sekitar,” akunya.
Pasca kejadian, tim gabungan yang terdiri BPBD PPU, TNI, Kepolisian, Aparat Desa, Aparat Kecamatan, PMI, Relawan, warga dan lain-lainnya pun langsung melakukan pencarian.
Pencarian ditutup sementara pada pukul 23:00 Wita, namun berdasarkan petunjuk dan permintaan dari pihak keluarga dan kerabat tetap dilakukan pencarian.
Korban pun akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia kurang lebih 100 Meter dari lokasi tempat terjatuhnya korban oleh warga atau relawan yang tergabung dalam tim gabungan.
Sebelum ditemukan sempat dilakukan pencarian hingga radius 1 kilometer. Bahkan tim gabungan dibagi menjadi 6 tim dengan 6 titik penelusuran dan penyisiran.
“Usai ditemukan korban langsung di evaluasi ke rumah korban di lDesa Sukaraja dan dimakamkan di Pemakaman Desa Sukaraja,” bebernya.
Penulis : Erwin
Editor :Bambang Irawan