Kepala Dinas Pertanian (Distan) PPU Mulyono menerangkan telah melaksanakan pendataan terhadap petani hortikultura yang terkena banjir di Desa Sumber Sari.
Tanaman hortikultura seperti semangka, lombok dan lainnya yang gagal panen karena tergenang air selama berhari-hari mencapai puluhan hektare.
“Dengan adanya musibah banjir kurang lebih ada 13 hektare yang usianya sekitar satu bulan terendam banjir. Kalau lombok kurang lebih tiga hektare,” ungkapnya, Jumat (14/10/2021).
Petani yang mengalami gagal panen ini, tampaknya tak akan mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah mengingat pada tahun ini tidak dialokasikan anggaran khusus itu.
Pemerintah daerah tidak pernah menduga atau memprediksi akan terjadi bencana alam tersebut mengingat dalam beberapa tahun terakhir hal ini tak pernah terjadi.
“Kalau dari pemerintah daerah untuk tahun ini sepertinya belum bisa membantu, tapi mungkin tahun depan akan dibicarakan, apalagi kan tidak ada perubahan,” akunya.
Lantaran tidak mengalokasikan anggaran, pemerintah daerah pun akan mengupayakan untuk mencari bantuan dari instansi lainnya termasuk ke Pemerintah Provinsi Kaltim.
Penulis : Erwin
Editor : Bambang Irawan