Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU Marjani menerangkan Senin 27 September sekitar Pukul 09.00 Wita, Aliansyah dan anaknya M Aldy Faturrahman berangkat dari Dermaga Sesumpu, Kelurahan Sesumpu, ke Perairan Tanah Grogot dengan tujuan untuk mendogol ikan dan rencana pulang pada Kamis 30 September.
Keesokan harinya, sekitar pukul 06.23 Wita, Aliansyah menghubungi istrinya melalui sambungan telepon untuk meminta bantuan agar dijemput karena kapal berukuran tujuh papan sudah mulai tenggelam.
Kapal yang dipakainya mengalami kebocoran di area Muara Telake Kecamatan Longkali karena disambar petir sekitar 06:00 Wita.
“Istrinya di telepon minta bantuan untuk dijemput karena kapalnya sudah mulai tenggelam. Nelponnya di saat dalam kondisi masih terapung,” ungkapnya, Rabu (29/9/2021).
Untuk bertahan, kedua korban memanfaatkan gabus atau boks ikan gar bisa terapung karena kapalnya mulai tenggelam.
Setelah mengapung lebih kurang lebih lima jam. Aliansyah dan M Aldy Faturrahman akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat oleh nelayan yang melintas lalu dibawa ke arah daratan Muara Telake untuk beristirahat sekitar pukul 12:00 Wita.
“Setelah diselamatkan, keluarga mendapat kabar mengenai keberadaannya dan langsung dijemput oleh keluarganya ke sana,” akunya.
Marjani menambahkan kedua korban saat ini telah dijemput oleh keluarga korban dan masih di dalam perjalanan menuju rumahnya di RT 04 Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam.
Penulis : Erwin
Editor : Bambang Irawan