Ia menjelaskan, bentuk dukungan yang diberikan oleh pemkab kepada Pemprov Kaltim dalam pembangunan jembatan ini sangat besar. Salah satu adalah memberikan fasilitas untuk pembebasan jalan penghubung terdekat bagi jembatan lintas Kaltim ini, khususnya pada sisi yang berada di wilayah Kabupaten PPU.
Berdasarkan pemantauan pihaknya, proyek milik Pemprov Kaltim yang berada di wilayah Kelurahan Pantai Lango dan Desa Mentawir PPU ini sebelumnya telah merampungkan bentang pendek jembatan. Desain jembatan menggunakan dua bentangan itu kini sedang dikerjakan pembangunan bentang panjangnya.
Staf Ahli Bupati PPU, Firmansyah menjelaskan, ganti rugi tidak ada masalah yang berarti. Namun, bagaimana Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan tim pembebasan lahan bisa bekerja secara teliti agar proses pembebasan lahan ini bisa berjalan lancar.
Menurutnya, permasalahan tumpang tindih lahan pasti terjadi termasuk antara masyarakat dengan pemilik Hak Guna Usaha (HGU). Namun untuk menyelesaikan persoalan ini bisa ditempuh melalui proses pengadilan.
“Saya sangat berharap agar proyek Jembatan Pulau Balang ini bisa berjalan lancar serta bisa selesai tepat waktu, karena jalan ini sangat dibutuhkan dan menjadi akses Trans Kalimantan. Pemkab tentunya sangat mendukung bagi percepatan pembangunan jembatan Pulau Balang ini,” tegasnya.
Berdasarkan desain yang ada, beber Firman, rencananya jembatan ini akan didesain dengan kekuatan full kelas IIb, sehingga mampu menahan beban kendaraan sejenis tronton dan kendaraan berat lainnya.
“Jembatan dengan dua bentangan ini berjarak 5,4 kilometer dari Penajam - Balikpapan. Jika ditambah jalan tol hingga daerah Sepinggan Balikpapan, diperkirakan menjadi 12 kilometer dengan total anggaran dibutuhkan mencapai Rp5,6 triliun,”pungkasnya.(nav)