Ia menuturkan, karena tidak melaut, nelayan tangkap menggunakan waktu untuk memperbaiki kapal dan alat tangkap di daratan. Jadi, ketika gelombang sudah normal kembali, kapal dan alat tangkap tadi sudah siap digunakan.
Menurutnya, saat ini cuaca sulit diprediksi dan masih tak menentu, terkadang cerah namun tiba-tiba mendung disertai dengan hujan deras. Sementara ombak tidak seperti biasa. Akhir – akhir ini cukup tinggi dan besar.
Aco menambahkan, jika dipaksakan melaut, maka hasilnya tidak maksimal dan tidak sebanding dengan biaya operasional. Selain menggunakan waktu untuk memperbaiki kapal dan alat tangkap, lanjutnya, guna memenuhi kebutuhan sehari – sehari, dirinya dan beberapa nelayan lainnya beralih profesi sebagai buruh atau kuli bangunan atau mencari pekerjaan lain.
“Selama tidak melaut kami terpaksa mencari beralih pekerjaan sebagai kuli bangunan atau pekerjaan lainnya yang penting anak dan istri di rumah bisa makan, tetapi ketika semua sudah normal kembali kami kembali menjadi nelayan tangkap,”katanya.
Ia berharap cuaca segera normal kembali. “Kami akui selama ikan sulit didapat harga ikan di pasar dijual lebih tinggi, tetapi kondisi itu bisa kembali kesedia kala ketika nelayan bisa melaut seperti biasa, tanpa takut dengan gelombang besar,”pungkas Aco.(nav)