“Saat ini sangat kacau banget karena gagal panen, kebetulan saya juga menanam sekitar empat hektare gagal total, yang tiga hektare nyata-nyata gagal panen yang satu hektare baru keluar ternyata buahnya putih,” ungkapnya, Kamis (1/4/2021).
Lanjutnya, permasalahan gagal panen tersebut faktor utamanya karena masa tanam padi tidak secara serempak karena petani melihat potensi untuk menanam tiga kali setahun.
Kala itu kondisi air sedang baik sehingga mencoba untuk kembali menanam padi untuk yang ketiga kalinya pada 2020 lalu. Dengan percobaan ini membuat petani ada yang memasuki musim tanam, keluar buah dan panen.
“Akibat kondisi penanaman tidak secara serentak ini akhirnya padi petani diserang oleh hama dan sulit diatasi sehingga membuat gagal panen,” akunya.
Setelah pasca panen, seharusnya memang tidak bisa langsung digarap harus ada jeda sekitar sebulan. “Kalau kemarin ini tidak ada jeda langsung di tanami karena ada air, maunya peningkatan ternyata tidak maksimal,” tutupnya.
Penulis : Erwin
Editor : Bambang Irawan