Dituturkannya, pembangunan RSU Tipe D tersebut ditargetkan rampung tahun ini. Diharapkan pada tahun 2018 sejumlah fasilitas RSU bisa segara terisi dan segera difungsikan.
Arnold membeberkan, pembangunan RSU Tipe D Pratama tersebut menelan anggaran sekitar Rp8 miliar. “Saya berpikiran karena alat untuk kesehatan harga cukup mahal maka dibutuhkan anggaran tidak sedikit apalagi kita melihat keadaan keuangan daerah sekarang masih prihatin, namun setelah resmi dioperasikan sedikit demi sedikit akan ditambah peralatannya sehingga dapat maksimal memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Sepaku,”harapnya.
Ia menjelaskan, RSU yang kelak mampu menampung pasien rawat inap sebanyak 40 orang tersebut dibangun karena pertimbangan bahwa selama ini masyarakat Sepaku menghadapi kendala akibat akses jalan menuju RSUD PPU. Sementara, jika lewat Kota Balikpapan posisinya lebih jauh dan memakan biaya besar.
Bahkan, tambahnya, banyak pasien tidak sampai ke tujuan. Atas dasar pertimbang tersebut, maka pemkab PPU memikirkan untuk meratakan pelayanan kesehatan sampai ke Kecamatan Sepaku dengan membangun RSU walaupun tipe D.
“Kami berharap adanya RSU tersebut dapat mendekatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat, khusus di Kecamatan Sepaku, jadi apabila pasien harus menjalan rawat inap cukup di RSU itu saja, tidak perlu lagi harus ke RSUD. Setidaknya upaya ini dapat mengurangi resiko yang tidak diinginkan,”pungkas Arnold.(nav)