Ketua Tanggap Covid-19 Dinkes PPU, Eka Wardhana, kepada Koran Kaltim, menerangkan bahwa kehadiran VTM sangat penting untuk mendukung petugas dalam melaksanakan pengecekan virus corona. Oleh karenanya alat tersebut harus selalu tersedia apalagi kondisi Pandemi Covid-19 tak diketahui kapan akan berakhir.
Sebagai langka antisipasi untuk tahun 2021 mendatang rencananya akan langsung melakukan pembelian VTM dengan skala cukup banyak. “Kami anggarkan pada tahun depan sampai 1.000 tabung VTM. Anggaran yang diajukan untuk memenuhi kebutuhan itu mencapai Rp120 juta,” ungkapnya, Senin (30/11) kemarin.
Lanjutnya, pada tahun ini apabila melakukan pembelian tabung VTM tidak dilakukan dengan skala besar. Sekali pemesanan atau pembelian hanya berkisar ratusan tabung. “Selama ini kan pemesanannya tidak langsung banyak, hanya 200 tabung VTM sekali pesan,” akunya.
Pembelian kebutuhan tersebut, menggunakan anggaran penanggulangan dan penanganan Covid-19. Sebelumnya pemerintah telah menyediakan anggaran sekitar Rp22 miliar di Dinkes PPU. “Kalau pembeliannya gunakan dana Covid-19, kan kemarin ada anggaran sebesar Rp22 miliar,” jelasnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular Dinkes PPU menuturkan untuk anggaran dialokasi itu sampai sekarang sudah terserap sebanyak Rp12 miliar atau sekitar 60 persen. Dana yang telah terserap tersebut digunakan untuk melakukan pembelian alat penanggulangan dan penanganan Covid-19 di Benuo Taka seperti bilik sterilisasi, rapid test dan sebagainya.
Penulis : Erwin
Editor : Bambang Irawan