Kepala Bapenda Kabupaten PPU, Tohar, ketika ditemui awak media, menerangkan usai terbentuk langsung melakukan konsolidasi internal dengan seluruh jajarannya. Termasuk memahami tugas dan pokok di masing- masing jabatan di dinasnya.
Tak hanya itu, konsolidasi juga dilakukan dengan BKAD untuk mengetahui realisasi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) terakhir.
Sepanjang tahun ini pemerintah daerah merencanakan total PAD mencapai Rp101 miliar, mengalami penurunan Rp21 miliar dari target PAD semula, yang digadang bisa menembus angka Rp 122 miliar. Penyesuaian dilakukan karena mempertimbangkan dampak Pandemi Covid-19.
“Untuk realisasi PAD sekarang ini masih dalam rekon dengan pejabat yang ada di BKAD untuk mengetahui sejauh mana, makanya sekarang masih tengah dihitung,” ungkapnya, Jumat (6/11/2020).
Lanjutnya, akan mengidentifikasi realisasi 11 sektor target pajak daerah, seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Pajak Bumi Bangunan Perkotaan dan Perdesaan (PBB-P2) serta Bea Perolehan atas Tanah dan Bangunan atau BPHTB, Restoran, Saran Burung Walet dan lain-lainnya.
“Kami akan melihat data target yang ditetapkan dari masing-masing sektor, lalu mengidentifikasi realisasi kewajiban subjek pajak berapa nominalnya,” akunya.
Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten PPU ini mengakui dalam pelaksanaan identifikasi akan diketahui wajib pajak mana yang sudah dan belum melaksanakan kewajibannya. Wajib pajak yang tidak taat akan langsung ditagih oleh petugas yang membidangi. Tujuannya agar target PAD yang ditetapkan dapat tercapai.
Penulis : Erwin
Editor : Bambang Irawan