Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinkes Kabupaten PPU, Eka Wardana, menerangkan bahwa sejak Januari sampai Juli 2020 telah terdapat sebanyak 101 kasus DBD di Benuo Taka.
Pada Januari ada 26 kasus, Februari 38 kasus, Maret 12 kasus, April 9 kasus, Mei 7 dan sepanjang Juni 3 kasus dan Juli 6 kasus. Dari total kasus tersebut, terdapat 2 orang anak meninggal dunia.
“Kalau untuk yang meninggal dunia itu terjadi di Mei dan Juli 2020 lalu, semua berusia anak-anak,” ungkapnya, Senin (3/8/2020).
Menurutnya kedua anak tersebut berdomisili di Kecamatan Sepaku dan Kecamatan Penajam kondisinya sudah cukup mengkhawatirkan saat mendapatkan penanganan dari petugas kesehatan di RSUD Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan dan RSUD Ratu Aji Putri Botung.
Anak tersebut meninggal dunia diduga terlambat mendapatkan penanganan medis karena orang tua tidak mengenali tanda-tanda penyakit DBD, Seperti demam tinggi selama 2 sampai 7 hari, nyeri di mata atau otot, dan kulit penderitanya yang memerah.
“Biasanya mereka telat dibawa ke fasilitas kesehatan,” imbuhnya.
Penulis : Erwin
Editor : Desman Minang