Salah satu warga Kelurahan Gersik, Frandi Agus Irianto (41), ketika dihubungi mengemukakan bahwa akses menuju ke tempat tinggalnya ini telah rusak parah.
Sebagian jalan tersebut dianggap belum pernah mendapatkan sentuhan dari pemerintah, sehingga saat musim penghujan seperti saat ini sulit di lalui kendaraan.
“Jalan itukan hanya tanah liat, jadi kalau hujan tidak bisa kami lewati, terutama di titik tertentu. Dari kurang lebih dua Kilometer (Km) itu ada sekitar delapan yang sangat parah, terutama turunan dan tanjakan gunung, jalan lurus pun ada,” ungkapnya, Senin (27/7).
Jalan yang rusak ini merupakan akses darat satu-satunya apabila masyarakat Gersik dan Jenebora ingin masuk dan keluar dari wilayah mereka.
Frandi mengakui memang sebagian jalan menuju ke wilayah mereka sudah mendapatkan pengerasan bahkan rigid beton, tetapi hal itu tidak dilakukan secara penuh oleh pemerintah atau masih tersisa lebih kurang dua kilometer.
“Kami harapkan jalan ini dapat perhatian pemerintah, paling tidak diberikan agregatlah, biar tidak membahayakan dan mempermudah kami,” harapnya.
Akibat kondisi berlumpur ini, khususnya masyarakat yang mata pencariannya harus keluar dari wilayah tersebut merasa sangat kesulitan atau tak nyaman.
“Jujur saja ini mas, masyarakat sini kan sebagian ada yang cari nafkahnya di luar, begitu pun kalau masyarakat luar yang cari kehidupan disini, kasihan, terutama tukang jual sayur, apalagi satu-satunya akses darat,” bebernya.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten PPU, Dapil I Penajam yang juga berdomisili di Kelurahan Gersik, Syamsudin, menerangkan bahwa rusaknya akses tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah atau dinas terkait.
Terlebih persoalan ini menjadi perbincangan hangat atau viral di media sosial.
“Sebagai perwakilan rakyat, tentunya kami harapkan permasalahan ini dapat segera teratasi. Saya sendiripun akan langsung melakukan komunikasi dengan instansi terkait supaya bisa menangani,” ucap politisi asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut.
Penulis : Erwin
Editor : Desman Minang