Kedatangan Hermansyah (28), Supiyan (40) dan Imam Hanapi (25) di Pelabuhan PT PHKT Base disambut haru oleh pihak keluarga mereka pada Rabu (8/7/2020) sekitar Pukul 14.30 Wita.
Ketiga nelayan ini terombang-ambing di lautan selama dua hari setelah mengalami permasalahan pada bagian mesin kapal ketika hendak menuju Balikpapan dari Pulau Popongan, Sulbar.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah PPU Nurlaila menerangkan bahwa sangat bersyukur para nelayan yang diduga hilang ini telah ditemukan dalam keadaan selamat oleh tim pencarian.
“Alhamdulillah mereka sudah ditemukan selamat, terima kasih kepada seluruh teman-teman di lapangan serta doa masyarakat Kabupaten PPU sehingga bapak Hermansyah dan rekan dapat ditemukan dengan keadaan sehat walafiat,” ungkapnya.
Dalam pencarian nelayan ini memang sempat mendapatkan sejumlah kendala karena tidak mendapatkan adanya informasi posisi terakhir para nelayan yang usai menyambang atau membeli ikan di Pulau Popongan.
Salah satu nelayan, Supiyan, menerangkan ketika berada di posisi kurang lebih 36 mil (Selat Balikpapan) dari Kampung Baru, Balikpapan, kapal mereka alami kerusakan pada bagian mesin sehingga harus terobang-ambing selama dua hari dua malam.
Saat mengalami kerusakan mesin, mereka tidak dapat menurunkan jangkar lantaran kedalaman laut cukup dalam.
“Jadi kami larutnya ke arah Mamuju, Sulbar, tadi pagi mereka (tim pencarian) temukan kami,” tuturnya.
Supiyan akui kegiatan menyambang ikan ke Pulau Popongan dan dijual ke Balikpapan adalah pekerjaan rutin mereka, tetapi kali ini mengalami musibah.
“Kami mengambil ikan ke sana kemudian dijual di Balikpapan. Ikannya itu kurang lebih 1,3 ton menyesuaikan dengan kapal,” bebernya.
Selama terombang-ambing selama dua hari dua malam tidak mengalami permasalahan terhadap persediaan makanan sebab saat berangkat membawa persediaan makanan yang cukup.
Penulis : Erwin
Editor : Desman Minang