Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten PPU, Adla Dewata mengatakan bahwa salah satu kerusakan bilik sterilisasi yang terjadi, yakni yang terdapat di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ratu Aji Putri Botung.
Kerusakan bilik sterilisasi seharga kurang lebih Rp29 juta per unit telah diketahui dirinya semenjak adanya informasi yang diterima dari masyarakat, sekitar satu pekan lalu.
“Sejak adanya informasi itu, kami sudah meminta salah satu staff yang ada di sana (RSUD Ratu Aji Putri Botung) untuk mengkomunikasikan dengan pihak terkait supaya segera diperbaiki, tapi sampai sekarang masih rusak,” ungkapnya, Rabu (10/6/2020) kemarin.
Tak hanya itu saja, ia menilai beberapa bilik sterilisasi yang dipasang ditempat fasilitas umum maupun kantor pemerintahan juga telah tidak dapat berfungsi untuk mencegah peredaran Covid-19.
“Seperti yang ada di pelabuhan penyeberangan, itu terkadang fungsi terkadang juga tidak,” tuturnya.
Politisi asal Partai Gerindra itu menyesalkan begitu cepatnya bilik sterilisasi mengalami kerusakan, apalagi anggaran yang digelontorkan untuk membeli chamber itu sangat besar.
Kedepan akan mengagendakan menggelar peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas umum dan kantor pemerintahan yang terpasang bilik sterilisasi. Bahkan berkeinginan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan instansi terkait mengenai bilik sterilisasi ini.
“Temuan ini akan kami tindaklanjuti dan segara dibicarakan permasalahan ini dengan teman-teman komisi apalagi inikan barang mahal,” bebernya.
Diketahui, pengadaan bilik sterilisasi yang dilakukan pada awal April 2020 lalu juga sempat mendapatkan sorotan dari sebagian masyarakat setempat lantaran anggaran yang harus dikeluarkan pemerintah dinilai cukup besar.
Pembelian 100 bilik sterilisasi termasuk bilik strelisasi khusus kendaraan dari Kota Surabaya, Jawa Timur mencapai Rp4,9 miliar.
Penulis : Erwin
Editor : Desman Minang