Menurut Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporpar) Kabupaten Paser Ishak, tarian Lou Lutung menarik perhatian penonton. Itu terlihat dari banyaknya penonton yang bedatangan dan bertahan hingga pentas usai.
“Momen akhir pekan di DI Yogyakarta, sangat potensial merebut perhatian wisatawan dari berbagai wilayah di Indonesia. Dan keikutsertaan Kabupaten Paser bersama Dinas Provinsi Kaltim dan Kementerian Pariwisata bertujuan merangsang jumlah kunjungan wisata ke Kaltim,” katanya.
Selain pentas tari, lanjut ia, Funtastic Extravagansa Boreno 2017 juga menampilkan fashion show, parade seni serta expo berbagai batik dan kerajinan tangan se-Kalimantan.
“Seni tari Kabupaten Paser telah merambah internasional, hingga ke benua Eropa, karena banyak potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Paser tidak dimiliki daerah lain,” ucapnya.
Dikatakannya, Museum Sadurengas merupakan yang paling diminati di Kabupaten Paser. Pasalnya, Museum Sadurengas adalah peninggalan sejarah Kerajaan Sadurengas atau Kesultanan Paser.
“Yang paling diminati di Kabupaten Paser, adalah wisata sejarah Museum Sadurengas, yang merupakan peninggalan sejarah Kerajaan Sadurengas atau Kesultanan Paser. Tercatat di 2016, Museum Sadurengas dikunjungi 20.000 pengunjung, dan hingga Juli 2017 mencapai 10.000 pengunjung,” ujarnya.
Dia menambahkan, Danau Tahura Petangis juga akan dikembangkan dengan perahu wisata. Sedangkan pengembangan lainnya, yaitu membangun museum pertanian, tanaman pangan, perikanan dan perkebunan.
“Selain itu, Kabupaten Paser juga memiliki kolam air panas Danum Layong, air terjun dan situs sejarah di Lempesu, Laut Pondong, Gua Mangkulangit, Gua Tengkorak, Gua Losan, Gua Sembinai dan air terjun Doyam Seriam serta Doyam Turu (Liang Batulis,” pungkasnya. (sur)