Seperti di Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku, harga jual di kalangan pengecer untuk elpiji subdisidi mencapai Rp38 ribu hingga Rp40 ribu pertabung.
Kepala Bidang Perdagangan Disprindagkop UKM Kabupaten Penajam Paser Utara, Rusli mengatakan, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev), kelangkaan elpiji 3 kilogram terjadi di kawasan pedalaman atau pelosok.
Sedangkan kouta tabung elpiji yang diberikan Pertamina untuk PPU kurang lebih Rp1,7 juta tabung yang dikatakan Rusli, tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat karena jumlah penduduk mencapai 200 ribu jiwa.
“Kami sudah memanggil semua agen bersama Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) dan instasi terkait untuk menggelar rapat, pada intinya pangkalan sudah tidak diperbolehkan untuk melayani para pengecer, kalau ada temuan, kami akan tindak,” ungkapnya, Minggu kemarin (28/4).
Berdasarkan monev yang dilakukan itu, pengecer yang mengambil di pangkalan, kembali melakukan pengeceran, sehingga membuat harga jual mengalami kenaikan.
“Ada beberapa pangkalan yang saya perhatikan cukup nakal, karena lebih mementingkan pengecer dari pada masyarakat yang langsung membeli,” ucapnya.
Atas dasar tersebut, kata Rusli, menjadi bahan pemerintah untuk melakukan evaluasi dan melayangkan surat kepada para agen supaya melakukan pembinaan atau sanksi terhadap pangkalaan. (*)
Penulis : */Erwin
Editor : Hendra